Wednesday, 10 February 2010

beberapa faktor penyebab anak sulit belajar

pada saat anak mulai tidak bisa mengikuti pelajarannya di sekolah,kita sebagai orang tua mulai beranggapan bahwa anak kita malas,dan dengan demikian secara di sadari ataupun tanpa kita sadari mulai menegur sang anak.dan pada akhirnya minta bantuan pada guru les,tanpa tahu apa yang menyebabkan anak kita mengalami kesukaran belajar,sedangkan kemalasan sang anak adalah hanya salah satunya saja.
ada beberapa alasan kenapa seorang anak merasa begitu sukar untuk belajar diantaranya :

1. faktor yang pertama biasanya mengenai hal kecerdasan,dan kita selaku orang tua mesti bisa menilai kemampuan sang anak dengan tepat,seandainya kita melihat anak telah berusaha belajar dengan tekun namun hasilnya masih kurang maksimal
berarti ada kemungkinan tuntutan belajar sekolahnya melampui kesanggupan dari otak si anak itu sendiri.jadi jangan pernah memaksakannya,ini akan membuat seorang anak merasa tertekan,
2. kadang anak begitu mengalami kesulitan untuk mengikuti pelajaran yang disampaikan para gurunya di sekolah,karena mungkin tidak sesuai dengan pola dan cara belajar anak itu sendiri.( ini mengenai tentang anak yang baru masuk sekolah,
terutama anak TK )kadang anak belajar dengan cara yang berbeda,ada yang kadang cenderung berpikir abstrak,tapi ada juga yang berpikira konkret,kadang belajar berurutan,tapi kadang pula belajar secara acak,seorang guru tidak selalu dapat
menyampaikan dan menjelaskan materi pelajaran yang cocok untuk setiap anak didiknya,maka dari itu kita sebagai orang tua sangat penting untuk mengenali bagaimana cara belajar dan pola pikir sang anak,dan kita orang tua berusaha mencari cara,bagaimana cara menjelaskannya apa yang telah anak pelajari di sekolah,dan bila setelah kita menjelaskan sang anak mengerti berarti pola pelajaran di sekolah kurang pas dan kita harus kembali membantu memberikan penjelasan di rumah.
3. seorang anak mengalami kesulitan mungkin karena minat belajarnya terbatas hanya pada satu atau dua mata pelajaran saja,yang sebenarnya jika kita buat rata-rata seharusnya anak bisa menguasai sekitar 10 matapelajaran,dan tugas kita sebagai orang tua adalah menolong si anak agar dapat menyerap pelajar lainnya,dan jangan pernak memaksakan anak untuk mendapat nilai tinggi,sebab pada akhirnya dia anak mengembangkan bidang pelajarannya di tingkat pendidikan yang lebih tinggi.
4. ada juga sebagian anak yang mengalami kesulitanbelajar karena suatu alasan pribadi,yang kadang berkaitan dengan pengajar,bisa juga ia tidak menyukai pengajar karena pernah diejek atau dipermalukan,sehingga membuat sang anak tidak dapat menumbuhkan minat belajar pada bidang tersebut,yang pada akhirnya membuat nilai pelajarannya merosot tajam,kembali kita sebagai orang tua untuk membantu anak memisahkan antar pengajar dan apa yang di ajarkan.
5. ada juga seorang anak akan mengalami kesukaran dalam belajar akibat perlakuan temannya yang tidak bersahabat,hingga membuat ia sukar untuk berkonsentrasi,dan membuat iaa merasa takut untuk berangkat ke sekolah.dan berikan ia masukan bagaiman cara mengatasi teman yang tidak bersahabat tersebut,tentu dalam hal ini kita sesuaikan dengan pola pikir sang anak.
6. dan ini adalah salah satu masalah yang bisa membuat seorang anak sukar untuk belajar yaitu,adanya masalah dalam keluarga terutama masalah rumah tangga ke dua orang tuanya,jadi jangansampai problem orang tua menjadi problem sang anak,jadi jauhi atau hindari pertengkaran di depan sang anak.
7. bermain,ini juga bisa menjadi penyebab kesulitan anak untuk belajar sebab biasanya anak berpikir bermain jauh lebih menyenangkan daripada belajar,dan ketersediaan mainan di rumah atau di luar rumah memang terlalu sulit untuk di hindari sang anak,yang pada akhirnya membuat sang anak lebih senang bermain di bandingkan belajar,dan kita sebagai orang tua bertanggung jawab untuk bisa menjaga dan membatasi waktu bermain anak akan tetapi bukan berarti melarang sang anak untuk bermain,karena bermain adalah salah satu cara bagi si anak untuk menyegarkan pikiran dan jiwanya.

sahabat semua biasanya ini terjadi pada anak sekolah usia dini tapi tidak menutup kemungkinan juga bisa terjadi pada anak usia yang lebih dewasa
demikianlah semoga ada yang bermanfaat......
sumber : www.telaga.org
Read More : beberapa faktor penyebab anak sulit belajar

Thursday, 14 January 2010

pahala mengutamakan anak wanita



assalamualaikum...sahabat sekalian .......

posting kali ini kembali ingin berbagi sedikit yang saya ketahui,dan kenapa saya beri judul seperti itu,nah...begini selanjutnya..
dengan mengutamakan anak wanita bukan berarti menyepelekan anak laki-laki yang memang umumnya menjadi kebanggaan keluarga.
dengan mengutamakan anak wanita tidak lain adalah untuk mengangkat derajat wanita agar sama kedudukannya di sisi Allah maupun di mata hukum.
hanya yang membedakannya adalah kadar ketaqwaan dan akhlaknya,Rasulullah SAW bersabda yang artinya :

"Barang siapa mempunyai dua anak wanita dan di asuh dengan baik,maka mereka akan menyebabkan masuk surga" ( HR.Bukhari )

Ibnu Abbas RA meriwayatkan Rasulullah SAW bersabda yang artinya :

"Tidaklah seorang muslim mempunyai dua anak puteri,kemudian berbuat baik kepadanya
kecuali keduanya akan memasukannya ke dalam surga" ( HR.Ibnu Majah )

dasar hukum yang mendasari hal tentang mengutamakan anak wanita.

Rasulullah bersabda yang artinya :

"Sama ratakan dalam pemberian di antara anak-anakmu.Jika aku mengutamakan antara yang satu dengan yang lain tentu aku akan
mengutamakan pemberian kepada anak wanita" ( hadits serupa juga terdapat dalam kitab Mukhtarul Ahadits aN nabawiyyah,hal:85 )

"Barang siapa memperhatikan anak-anak wanita ini dengan sesuatu dan berbuat baik pada mereka,maka mereka akan menjadi tutup dirinya dari jilatan api neraka" (Shahih Bukhari,hal IV/51,Shahih Muslim,hal VIII/38 )

demikianlah sahabat semua ..semoga bermanfaat..saya mohon maaf jika ada yang salah dalam penyampainan..karena saya pribadi masih harus banyak belajar.
Read More : pahala mengutamakan anak wanita

Tuesday, 5 January 2010

nama islami untuk anak

ada beberapa nama islami untuk anak laki laki mudah-mudahan ada yang bisa sobat pakai,atau mau yang lebih lengkap sobat bisa
berkunjung ke sini atau bisa juga di sini ,mungkin juga sobat bisa cari di zonabayi

Abdul ghaffar : hamba yang maha pengampun
abdul ghani : hamba yang maha kaya
badar : bulan
bahy : tampan dan bermata indah
barraq : bekilauan
basil : pemberani
dany : dekat
daifullah : tamu allah
fadhil : yang berbudi
fadlal : ke utamaan
faishal : hakim
farid : tiada bandingan
farras : cerdas
habib : yang terkasih
haidar : pemberani
halim : lembut dam sabar
hanif : yang lurus dalam beragama
husain : sangat baik
jamal : keindahan
jamil : yang baik
karim : yang terhormat
khairullah : kebaikan allah
luqman : jalan terang
lutfhi : kehalusan
marjan : batu mutiara
mauhub : yang di anugerahi
mubarak : yang di berkahi
Muhammad : nama nabi
muhsin : yang berbuat baik
mukhtar : pilihan
munir : bercahaya
nabil : terhormat
nafis : berharga
najib : mulia
nashir : yang menolong

selamat memilih .................
Read More : nama islami untuk anak

Monday, 28 December 2009

ucapan salam ajarkan etiket pada anak

Ucapan salam ajarkan sopan santun pada anak

mungkin di antara sahabat pembaca ada yang masih punya anak kecil,dan kelak ingin sang anak menjadi seorang yang bisa bersikap dan berkata santun
ada sedikit tips yang bisa saya bagi meski mungkin ini hasil dari pungut sana pungut sini...hahaha
coba biasakan untuk mengucapkan salam pada sang anak,baik akan berangkat kerja maupun pulang kerja.sebab mengucap salam awal dari pelajaran sopan santun
untuk anak kita,apalagi jika sahabat memberikan contoh langsung hingga akan mudah di mengerti oleh sang anak,ketimbang hanya dengan kata kata.
menurut seorang pakar " kebiasaan di rumah biasanya akan terbawa di luar rumah,oleh sebab itu kebiasaan di rumah mempunyai peran penting dalam bersopan santun
dan juga ada beberapa kata yang bisa sahabat terapkan pada anak untuk terbiasa mengucapkannya seperti : silahkan,terima kasih,tolong,maaf,dan tidak apa-apa.
dan biasakan pada sianak untuk mengucapkan salam jika hendak keluar rumah atau pulang dan apabila si anak melakukan hal tersebut cobalah untuk memuji.
satu hal jangan pernah membandingkan anak dengan anak yang lain.
seandainya anak melakukan hal yang kurang sopan bisa sahabat larang tapi dengan memberikan penjelasan,kenapa dan apa dampaknya buat dia jika melakukan atau mengucapkan kata yang kurang
sopan tersebut.
hanya untuk pengingat bahwa dengan bahasa yang baik itu akan menunjang pergaulan dan gaya hidup di masyarakat,sebab dengan berlaku dan bersikap sopan merupakan salah satu tata cara pergaulan yang baik antara sesama manusia,dan merupakan tata cara ber etiket.
maka jadilah seorang sahabat dan teman bagi anak kita agar anak merasa nyaman di dekat kita sebagai orang tuanya
tentang hal tersebut di atas bisa sahabat baca di sini
jadi jangan pernah jadikan anak sebagai objek pelampiasan kemarahan kita.

selamat menjadi sahabat yang baik untuk anak..
Read More : ucapan salam ajarkan etiket pada anak

Wednesday, 23 December 2009

PAUD TERATAI 4 VIP


PENDIDIKAN ANAK USIA DINI ( paud ) merupakan satu solusi bagi banyak para orang tua yang mungkin tergolong ekonomi lemah atau pas-pasan untuk pendidikan anak mereka di usia dini,
sebagai contoh PAUD TERATAI 4 VILLA INDAH PERMATA CIKAMPEK BARAT( non formal )
yang di kelola oleh seorang wanita yang energik bernama ibu euis kurniasih dengan seorang tenaga pendidik yang bernama ibu darniti atau anak didiknya biasa memanggil ibu empit, dalam setiap kegiatan belajar di PAUD teratai 4 para pengajar seakan tak pernah lelah memberikan berbagai materi pelajaran dengan penuh ketekunan dan kesabaran,dan karena rasa sosial mereka yang tinggi dan jiwa seorang pengajar yang perduli terhadap pendidikan anak anak generasi penerus bangsa tersebut kelak,maka tidak salah jika ada kata pepatah "guru adalah pahlawan tanpa tanda jasa"
antusiasme warga di lingkungan perum villa indah permata yang perduli akan pendidikan anak mereka menyambut baik dan sangat besar,apalagi dalam lingkungan yang sebagian besar mungkin adalah pengontrak,keterbatasan ekonomi dan penghasilan yang mereka miliki tidak membuat mereka jadi menelantarkan pendidikan anak anaknya,terbukti dengan adanya PAUD teratai 4 mereka memberikan respon positif dengan mendaftarkan anak mereka bergabung dengan PAUD teratai 4.
dengan adanya murid PAUD teratai 4,menandakan besarnya minat para orangtua memajukan kecerdasan anaknya, mereka bahagia melihat anaknya dapat mengenyam pendidikan dengan biaya yang bisa mereka jangkau, kenapa saya sebut terjangkau bahkan hampir mendekati gratis,karena jika di bandingkan dengan yang lain PAUD Teratai 4 jauh lebih murah,dan itu bisa di lihat dari pernyataan salah satu wali murid ”sejak ikut pendidikan bersama PAUD teratai 4,anak saya sudah mulai bisa mewarnai gambar,menempel kertas warna
menulis,mengenal huruf bahkan sudah bisa menjumlah juga mulai bisa berinteraksi dengan yang lainnya ,dengan biaya yang terhitung murah tentunya untuk ukuran saya."tuturnya
para orangtua juga menyambut positif akan kehadiran PAUD teratai 4 di daerah mereka,karena dengan hadirnya PAUD teratai 4 anak mereka jadi lebih mandiri,dan punya motivasi untuk belajar dan menghapal,para orangtuapun menaruh harapan besar agar PAUD teratai 4 akan terus berlanjut untuk anak didik yang akan datang, ini hanyalah sebuah potret pendidikan yang seadanya tanpa mengurangi ketekun para pengajar dalam memberikan materi pendidikan kepada anak didiknya.
karena beliau-beliaulah anak usia dini di PERUM VILLA INDAH PERMATA CIKAMPEK bisa mengenyam bangku pendidikan.
Read More : PAUD TERATAI 4 VIP

Wednesday, 9 December 2009

kenapa anak kita berbohong.?


ada beberapa hal yang bisa membuat seorang anak menjadi seorang pembohong:
pada dasarnya yang membuat seorang anak bisa atau tumbuh menjadi seorang pembohong adalah berawal dari lingkungan,seperti yang saya katakan pada posting terdahulu,bahwa lingkungan bisa mempengaruhi kepribadian seorang anak,terutama lingkungan rumah atau keluarga,satu hal yang harus di ingat
bahwa penyebab anak sering berbohong,karena kesalahan kedua orang tua juga,dan kenapa saya berkata demikian (sahabat bisa lihat disini bagaimana cara mendidik anak),sebab jika seorang anak di lahirkan di lingkungan sebuah keluarga yang orang tuanya ,sering marah kemungkinan besarnya si anak akan berkembang menjadi seorang anak yang suka berbohong ini adalah hal yang wajar ,sebab itu adalah sebuah bentuk perlindungan diri untuk si anak,agar tidak terkena marah orang tuanya
mungkin sahabat yang telah di karuniai seorang anak akan merasa sedih,jika anak - anak yang kita besarkan dengan susah payah tumbuh menjadi seorang anak
yang suka berbohong,jangan pernah salahkan anak kita jika anak tumbuh menjadi seorang pembohong tapi lebih pada kita harus berintrospeksi diri "kenapa anak kita seperti itu,apa yang salah dalam kita mendidik anak"?
karena kebohongan yang dilakukan anak seperti yang sudah saya katakan diatas tadi adalah sebuah bentuk perlindungan diri dari rasa takut di marahi
oleh karena itu kita bisa asumsikan bahwa jika orang tua suka memarahi anaknya ,bahkan pada usia dini itu akan berdampak pada perkembangan anak,walhasil anak akan tumbuh dengan kecenderungan suka berbohong
karena setiap bentakan atau hukuman yang kita berikan kepada sang anak,justru akan menambah pandai kebiasaan anak untuk berbohongnya agar terhindar dari kemarahan orangtua
dalam hal ini kita sebagai orang tua harus bisa bertindak tegas terhadap anak "tanpa ada makian,ancaman atau kemarahan yang bisa membuat sang anak ketakutan untuk berkata jujur" tapi lebih kepada memberikan perhatian
dan menerangkan atau menjelaskan bahaya orang yang suka berbohong,
satu hal yang harus kita ketahui sebagai orang tua bahwa seorang anak lebih tertarik melakukan hal yang baik jika di beri contoh,seperti yang saya katakan terdahulu bahwa seorang anak membutuhkan model peran dalam kehidupannya
sebagai panutan.maka ajarkan anak bahwa berbohong itu tidak baik dan sebuah dosa,dan berikan sebuah contoh jika kita menerangkan kepada anak.
tapi pada dasarnya tidak semua kebohongan anak termasuk dalam kebohongan yang berbahaya
ada beberapa hal yang yang sering menyebabkan anak berbohong yang saya ketahui di antaranya :
1.rasa takut jika melakukan kesalahan untuk berkata jujur.(dalam lingkungan orang tua yang sering marah tentunya )
2.mencontoh atau meniru perilaku kita sebagai orang tua (jika kita berbohong di depan anak tanpa atau kita sadari )
3.kurangnya pendekatan kita selaku orangtua,entah itu karena kesibukan atau apapun tanpa memperhatikan keseharian anak.
mungkin hanya itu yang saya ketahui semoga bisa bermanfaat untuk sahabat dan saya pribadi tentunya...
Read More : kenapa anak kita berbohong.?

Tuesday, 24 November 2009

anak adalah penerus masa depan


assalamualaikum.....

mungkin sahabat semua tahu...bahwa seorang anak merupakan buah hati dari pasangan yang menjalin dan mengarungi bahtera rumah tangga,
dan kedua orang tuanya sangat berkewajiban untuk mendidik,mengasuh,melindungi dan juga menghantarkan anak agar menjadi manusia yang berguna,tapi sayangnya banyak dari orang tua yang salah mengerti,sebab masih banyak yang memandang anaknya adalah manusia yang belum bisa berbuat apapun,
perlu di ketahui juga..bahwa dalam sebuah komunitas atau sekumpulan masyarakat ada yang namanya anak-anak,dan mereka adalah salah satu bagian dari masyarakat termuda,
yang akan menjadi generasi penerus,dan akan menggantikan generasi - generasi tua di masa yang akan datang dan posisi mereka sangatlah penting untuk menjadi sang penerus.
sangat di sayangkan posisi yang sangat penting tersebut tidak disadari banyak orang.
dan kebanyakan orang dewasa menganggap mereka bukan apa-apa dan menganggap mereka remeh,itu terlihat dari perkataan para orang dewasa jika berbicara dengan seorang anak kecil
biasanya mereka berkata "kamu masih kecil,dan belum tahu apa-apa",mungkin seperti itulah perkataan orang tua jika sedang menasehati anaknya ( jujur,dulu pun saya seperti itu )
tapi seiring berjalan waktu,alhamdulillah kini saya menganggap anak adalah ,anak,sahabat,teman tanpa melewati garis pembatas antar orang tua dan anak karena dengan demikian anak akan merasa nyaman di dekat kita.
padahal kalau kita mau jujur,kadang orang dewasa juga harus belajar dari anak-anak mengenai banyak hal,karena kepolosan dan kejujuran seorang anak harusnya menjadi cermin bagi kita untuk mengintropeksi diri.
dan harusnya kitapun menyadari bahwa sebelum kita menjadi seorang dewasa dan kini menjadi orang tua untuk anak kita,kita berawal dari seorang anak juga,
ingat :jangan pernah kita menginginkan menjadi orang tua yang di takuti anak,tapi cobalah menjadi orang tua yang di segani anak,

selamat menjadi orang tua yang mengerti akan anaknya..
Read More : anak adalah penerus masa depan

Wednesday, 4 November 2009

cara mendidik anak agar taat orang tua


mendidik anak merupakan sebuah amanah yang harus kita jalani,dan merupakan sebuah tantangan
dimana kita harus mempunyai jiwa yang besar,karena kadang kala anak membuat kita merasa jengkel
disini saya hanya ingin membagi tips bagaimana caranya mendidik anak agar taat kepada kita sebagai orang tua mereka
hal yang harus diperhatikan adalah :

1 . ajari anak anda peraturan yang berupa kalimat berita bukan perintah
sebagai contoh :
"jangan buang sampah sembarangan" gantilah dengan kata " sampah itu harusnya berada di tempat sampah".
dengan demikian maka si anak tidak merasa sebagai objek perintah tapi akan merasa lebih sebagai subjek yang di perhatikan.

2 . menjelaskan semua peraturan dengan baik dan di bimbing
sebagai contoh :
pada saat anak anda main air anda akan melarang atau memerintah "jangan main air ,nanti basah semua",maka coba anda ganti ucapan
tadi menjadi : "air itu buat mandi,agar tidak basah lebih baik matikan krannya" jika anak anda menolak,anda bisa melakukan sama sama dengan anak anda
sambil berkata "ayo kita matikan krannya "karena seperti yang sudah saya tulis di posting terdahulu,bahwa kita sebagai orang tua adalah seorang model peran bagi anak kita .

3 . jika anak berbuat salah,jangan pernah sandarkan pada pribadinya,tapi harus lebih ke perbuatannya.
sebagai contoh :
jangan katakan "apa yang telah kamu lakukan?" tapi lebih baik seperti kata kata "apa yang kamu lakukan itu tidak baik"
jangan pernah menyifati atau mengatakan dengan kata bodoh atau malas,apalagi dengan kata kata kasar karena kata adalah doa.

4. hargai apa yang anak inginkan
sebagai contoh :
jika anak kita mempunyai suatu keinginan semisal ingin mainan janganlah kita menghardik anak dengan kata kasar,tapi cobalah untuk berkata "kali ini boleh tapi pilih satu ya,yang lain nanti aja lain kali..?

5 . perhatikaan dan pahami anak,kita bisa anggap anak sebagai sahabat atau teman tentu dengan batas tertentu.
sebagai contoh :
jika anak kita berkeluh atau kata zaman sekarang ( curhat ) kita harus memperhatikan bila memang butuh jalan keluar,beri jalan keluar yang menurut kita dan dia yang terbaik
carilah celah agar kita dapat berkomunikasi dari hati ke hati.

6. hindari mengancam kepada anak.
sebab jika kita terlalu sering mengancam agar anak taat kepada kita ,tentu kelak bagi si anak ancaman anda adalah hal yang biasa.

7. beri mereka pujian .
berilah pujian jika pada suatu saat anak melakukan pekerjaan yang baik,semisal mendapatkan nilai yang bagus di sekolah ,kita bisa memberi pujian seperti kata " anak yang pintar ",atau "kamu anak yang hebat" ,itu akan memotivasi anak kita akan lebih baik atau lebih semangat.

mungkin cuma itu yang bisa saya tulis,itupun jujur saya rangkum dari berbagai sumber,entah itu dari buku atau dari internet.diantaranya:
http://anaksahabat.blogspot.com
agar dapat bermanfaat untuk sahabat semua,dan juga untuk saya tentunya,karena saya pribadipun,masih harus banyak belajar bagaimana menjadi orang tua yang baik untuk anak-anak.karena mendidik anak adalah ibadah seperti yang saya katakan pada postingan terdahulu,(bisa baca di sini )

terima kasih atas waktunya........
Read More : cara mendidik anak agar taat orang tua

Friday, 9 October 2009

hak anak dan kewajiban orang tua

Assalamualaikum....
seperti yang telah saya tulis dalam posting saya terdahulu tentang anak tentunya
bahwa anak adalah amanah bagi kedua orang tuanya,maka sebagai orang tua sangat bertanggung jawab terhadap amanah ini
tapi tidak sedikit orang tua yang lalai dalam hal mendidik anak dan itu adlah sebuah hal yang nyata,dan memang bukanlah
hal yang mudah bagi orang tua untuk mendidik seorang anak dan mungkin banyak orang yang mengerti bahwa Rumah adalah sekolah pertama bagi seorang anak
sebelum mereka melankah ke jenjang pendidikan formal ( sekolah ),di sinilah tugas orang tua di tuntut untuk lebih extra,karena jika kita lupa atau lalai dalam hal mendidik anak
berarti kita lalai dalam menjalankan amanah Allah,padahal kita tahu bahwa sebagai orang tua mempunyai hak yang wajib kita pikul
karena Allah memerintahkan kita untuk berbuat baik kepada anak anak serta bersungguh sungguh dalam mendidiknya,dan yang demikian termasuk menunaikan amanah Allah
Allah berfirman :

yang artinya:

"Sesungguhnya Allah menyuruh kamu menyampaikan amanah kepada yang berhak menerimanya"( An-Nisa : 58 )

" Hai orang-orang yang beriman,janganlah kamu mengkhianati Alah dan Rasul ( Muhammad ) dan ( juga ) janganlah kamu mengkhianati amanat-amanat yang di percayakan kepadamu,sedangkan kamu mengetahuinya" ( Al-Anfal : 27 )

dan dalam hal ini pun Nabi Muhammad Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda :

yang artinya :

"Setiap kalian adalah pemimpin dan akan diminta pertanggung jawaban terhadap yang dipimpin,maka seorang seorang imam adalah pemimpin dan bertanggung jawab terhadap yang dipimpinnya,seorang suami adalah pemimpin bagi keluarganya
dan bertanggung jawab terhadap yang dipimpinnya ( Hadist Riwayat Al-Bukhari )

" Barang siapa yang diberi Amanah oleh Allah untuk memimpin lalu ia mati ( sedangkan pada ) hari kematiannya dalam keadaan mengkhianati amanahnyaitu,niscaya Allah menharamkan surga baginya ( Hadist Riwayat Al-Bukhari )


mungkin hanya ini yang bisa saya tulis kali ini dan semoga Allah melindungi kita semua dari perbuatan khianat dan melalaikan amanah

terima kasih telah berkenan membaca sampai selesai..
Read More : hak anak dan kewajiban orang tua

Wednesday, 7 October 2009

anak adalah amanah

salam sejahtera untuk saudaraku sekalian yang telah sudi mampir ke blog ini
semoga rahmat dan ridho Allah SWT senantiasa menyertai saudara sekeluarga,mungkin tak banyak yang bisa saya tulis di blog ini,karena memang masih baru,pada saat ini mungkin saya hanya bisa keliling menyambangi blog kawan yang lain,hanya untuk mencari tambahan ilmu,dan jika anda bertanya .kenapa blog saya di beri nama blog aneka rupa diswanto… karena memang rencananya he..he.... di blog ini saya tidak akan memposting hanya satu cerita atau postingan yang baku,tapi saya mencari suasana lain dengan beraneka ragam posting atau bahasa intelek nya he.. he..he….ARTIKEL ,tapi sebelum saya terusin terima kasih lagi buat kang rohman dan kang mizwar juga yang lain yang mungkin tidak dapat saya sebutkan satu persatu dengan tips-tips blog nya.dan terima kasih pula buat teh ayurenggani atau siapapun namanya yang bisa membuat motivasi bagi semua orang termasuk saya

karena mungkin saat ini hanya mereka yang saya kenal….gitu lho..dan ternyata menjadi seorang
penulis itu tidak lah segampang dan semudah seperti yang saya pikirkan..namun kali ini saya mencoba
untuk belajar menulis sekelumit tentang bagaimana kita sebagai orang tua mendidik seorang anak dengan ikhlas tentunya.saya bisa menulis seperti ini karena ( maaf ) saya sudah bukan bujangan lagi he..he..
eit..jangan salah tanggap maksudnya saya sudah menikah dan mempunyai beberapa amanah ( anak ) …
tapi bukan saya mau menggurui,ini hanya untuk sekedar bacaan belaka yang mana dari pada iseng dan jenuh setelah jalan-jalan di dunia maya atau kerennya websurfing ( maaf klo salah )atau apalah namanya hehe..jadi kata orang sunda ( candak nu saena piceun nu awona ) maksudnya ambil yang baiknya buang yang buruknya ..,silahkan baca sepuasnya..begini ceritanya…..( jadi kayak film horror tempo dulu di salah satu tv swasta ) hehehe..:
mungkin kita semua tahu bahwa anak adalah salah satu harta yang di titipkan oleh Allah kepada kita
dalam artian anak adalah amanah yang harus kita jaga rawat dan didik sebaik mungkin,karena anak adalah gambaran diri kita sendiri.dalam mendidik seorang anak ada beberapa hal penting yang wajib kita berikan kepada anak kita,jika kita ingin anak kita seperti apa yang kita harapkan,
pertama berikan rasa kasih sayang agar anak kita merasa tentram namun jangan terlalu berlebih karena itu akan membuat dampak yang tidak baik untuk perkembangan mentalnya.
Kedua berikan rasa aman agar anak kita merasa bahwa mereka hidup tidak sendirian
Ketiga berikan anak kita sentuhan sentuhan rohani atau ke agamaan sebanyak mungkin agar kelak mereka bisa memilih mana yang baik dan mana yang buruk untuk diri mereka,karena kita
bisa lihat dan dengar ada anak yang mencelakai orang tuanya, ada anak yang terjerumus ke narkoba dll karena pada dasarnya mungkin mereka kurang mendapat didikan ke agamaan hingga tidak bisa melihat mana batasan untuk mereka.
Dan satu hal yang tidak kalah pentingnya ,jika anak kita masih kecil perlakukanlah anak kita layaknya seorang dewasa ……..Maaf jangan salah arti maksud dewasa disini bukan secara fisikly tapi secara pikiran tentunya,Meski kadang mereka akan mentertawakan atau mungkin mecibir jika kita berbicara serius pada mereka,Disinilah kesabaran dan keikhlasan kita di uji,mungkin anak mempunyai pemikiran sendiri mengapa mereka berbuat seperti itu,begitulah ……
Jika ada yang salah mohon maaf karena saya sendiri masih dalam tahap pembelajaran dalam hal mendidik anak.jika memang ada yang mau menambahkan silahkan …..
Read More : anak adalah amanah

Monday, 28 September 2009

pendidikan anak sesuai Alqur'an

cara mendidik anak sesuai Alqur'an


* Bersyukurlah kepada Allah. Dan barangsiapa yang bersyukur (kepada Allah), maka sesungguhnya ia bersyukur untuk dirinya sendiri; dan barangsiapa yang tidak bersyukur, maka sesungguhnya Allah Maha Kaya lagi Maha Terpuji”.(QS Luqman : 12)

* “Hai anakku, janganlah kamu mempersekutukan Allah, sesungguhnya mempersekutukan (Allah) adalah benar-benar kezaliman yang besar”. (QS. Luqman :13)

* Dan Kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada dua orang ibu-bapanya; ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun . Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada dua orang ibu bapakmu, hanya kepada-Kulah kembalimu. (QS. Luqman :14)

* Dan jika keduanya memaksamu untuk mempersekutukan dengan Aku sesuatu yang tidak ada pengetahuanmu tentang itu, maka janganlah kamu mengikuti keduanya, dan pergaulilah keduanya di dunia dengan baik, dan ikutilah jalan orang yang kembali kepada-Ku, kemudian hanya kepada-Kulah kembalimu, maka Ku-beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan. (QS. Luqman :15)

* Hai anakku, sesungguhnya jika ada (sesuatu perbuatan) seberat biji sawi, dan berada dalam batu atau di langit atau di dalam bumi, niscaya Allah akan mendatangkannya (membalasinya). Sesungguhnya Allah Maha Halus lagi Maha Mengetahui. (QS. Luqman :16)

* Hai anakku, dirikanlah shalat dan suruhlah (manusia) mengerjakan yang baik dan cegahlah (mereka) dari perbuatan yang mungkar dan bersabarlah terhadap apa yang menimpa kamu. Sesungguhnya yang demikian itu termasuk hal-hal yang diwajibkan (oleh Allah). (QS. Luqman :17)
* Dan janganlah memalingkan muka dari manusia (karena sombong) dan janganlah kamu berjalan di muka bumi dengan angkuh. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong lagi membanggakan diri. (QS. Luqman :18)

* Dan sederhanalah kamu dalam berjalan dan lunakkanlah suaramu. Sesungguhnya seburuk-buruk suara ialah suara keledai. (QS. Luqman :19)

* Tidakkah kamu perhatikan sesungguhnya Allah telah menundukkan untuk (kepentingan)mu apa yang di langit dan apa yang di bumi dan menyempurnakan untukmu ni’mat-Nya lahir dan batin. Dan di antara manusia ada yang membantah tentang (keesaan) Allah tanpa ilmu pengetahuan atau petunjuk dan tanpa Kitab yang memberi penerangan.(QS. Luqman :20)

* Dan apabila dikatakan kepada mereka: “Ikutilah apa yang diturunkan Allah”. Mereka menjawab: “(Tidak), tapi kami (hanya) mengikuti apa yang kami dapati bapak-bapak kami mengerjakannya”. Dan apakah mereka (akan mengikuti bapak-bapak mereka) walaupun syaitan itu menyeru mereka ke dalam siksa api yang menyala-nyala (neraka)? (QS. Luqman :21)

* Dan barangsiapa yang menyerahkan dirinya kepada Allah, sedang dia orang yang berbuat kebaikan, maka sesungguhnya ia telah berpegang kepada buhul tali yang kokoh. Dan hanya kepada Allah-lah kesudahan segala urusan. (QS. Luqman :22)

* Dan barangsiapa kafir maka kekafirannya itu janganlah menyedihkanmu. Hanya kepada Kami-lah mereka kembali, lalu Kami beritakan kepada mereka apa yang telah mereka kerjakan. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui segala isi hati. (QS. Luqman :23)

* Kami biarkan mereka bersenang-senang sebentar, kemudian Kami paksa mereka (masuk) ke dalam siksa yang keras. (QS. Luqman :24)

* Dan sesungguhnya jika kamu tanyakan kepada mereka: “Siapakah yang menciptakan langit dan bumi?” Tentu mereka akan menjawab: “Allah”. Katakanlah: “Segala puji bagi Allah”; tetapi kebanyakan mereka tidak mengetahui. (QS. Luqman :25)

* Kepunyaan Allah-lah apa yang di langit dan yang di bumi. Sesungguhnya Allah Dia-lah Yang Maha Kaya lagi Maha Terpuji. (QS. Luqman :26)

* Dan seandainya pohon-pohon di bumi menjadi pena dan laut (menjadi tinta), ditambahkan kepadanya tujuh laut (lagi) sesudah (kering)nya, niscaya tidak akan habis-habisnya (dituliskan) kalimat Allah . Sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. (QS. Luqman :27)

* Tidaklah Allah menciptakan dan membangkitkan kamu (dari dalam kubur) itu melainkan hanyalah seperti (menciptakan dan membangkitkan) satu jiwa saja . Sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Melihat. (QS. Luqman :28)

* Tidakkah kamu memperhatikan, bahwa sesungguhnya Allah memasukkan malam ke dalam siang dan memasukkan siang ke dalam malam dan Dia tundukkan matahari dan bulan masing-masing berjalan sampai kepada waktu yang telah ditentukan, dan sesungguhnyaAllah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan. (QS. Luqman :29)

* Demikianlah, karena sesungguhnya Allah, Dia-lah yang hak dan sesungguhnya apa saja yang mereka seru selain dari Allah itulah yang batil; dan sesungguhnya Allah Dialah Yang Maha Tinggi lagi Maha Besar. (QS. Luqman :30)

* Tidakkah kamu memperhatikan bahwa sesungguhnya kapal itu berlayar di laut dengan ni’mat Allah, supaya diperlihatkan-Nya kepadamu sebagian dari tanda-tanda (kekuasaan)-Nya. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi semua orang yang sangat sabar lagi banyak bersyukur. (QS.Luqman :31)

* Dan apabila mereka dilamun ombak yang besar seperti gunung, mereka menyeru Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya maka tatkala Allah menyelamatkan mereka sampai di daratan, lalu sebagian mereka tetap menempuh jalan yang lurus . Dan tidak ada yang mengingkari ayat-ayat Kami selain orang-orang yang tidak setia lagi ingkar. (QS. Luqman :32)

* Hai manusia, bertaqwalah kepada Rabbmu dan takutilah suatu hari yang (pada hari itu) seorang bapak tidak dapat menolong anaknya dan seorang anak tidak dapat (pula) menolong bapaknya sedikitpun. Sesungguhnya janji Allah adalah benar, maka janganlah sekali-kali kehidupan dunia memperdayakan kamu, dan jangan (pula) penipu (syaitan) memperdayakan kamu dalam (mentaati) Allah”. (QS. Luqman :33)

* Sesungguhnya Allah, hanya pada sisi-Nya sajalah pengetahuan tentang Hari Kiamat; dan Dia-lah Yang menurunkan hujan, dan mengetahui apa yang ada dalam rahim. Dan tiada seorangpun yang dapat mengetahui (dengan pasti) apa yang akan diusahakannya besok . Dan tiada seorangpun yang dapat mengetahui di bumi mana dia akan mati. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal. (QS. Luqman :34)


kalau pengen jelasnya bisa klik link ini http://istiqom4h.wordpress.com
Read More : pendidikan anak sesuai Alqur'an

Tuesday, 18 August 2009

anak adalah harta

Anak adalah nikmat Allah yang tak ternilai dan pemberian
yang tidak terhingga Nikmat yang agung berupa anak ini
merupakan amanah bagi dua orang tua, yang kelak akan
diminta pertanggung jawabannya, apakah keduanya telah
menjaganya atau justru menyia-nyiakannya. Rasulullah bersabda,
"Setiap kalian adalah pemimpin, dan setiap kalian akan
ditanya tentang kepemimpinannya. Seorang Imam adalah
pemimpin dan dia akan ditanya tentang kepemimpinannya,
dan seorang laki-laki adalah pemimpin dalam keluarganya

dan dia akan ditanya tentang kepemimpinannya." (Muttafaq 'alaih)
Mengenai besarnya tanggung jawab dalam mendidik anak, maka Imam
Ibnu Qayyim al-Jauziyah telah menyatakan, "Barang siapa yang
melalaikan pendidikan anaknya, yakni dengan tidak mengajarkan
hal-hal yang bermanfaat, membiarkan mereka terlantar, maka
sungguh dia telah berbuat buruk yang teramat sangat. Mayoritas
anak yang jatuh di dalam kerusakan tidak lain karena kesalahan
orang tuanya dan tidak adanya perhatian terhadap anak-anak tersebut.
Juga tidak mangajarkan kepada mereka kewajiban agama dan
sunnah-sunnahnya, mereka telantarkan anaknya semenjak kecil,
sehingga mereka tak dapat memberikan manfaat kepada diri sendiri
dan orang tuanya, manakala mereka telah tua."
Untuk itu para orang tua selayaknya memperhatikan masalah-masalah
penting seputar pendidikan anak. Di antara yang patut untuk kita
renungkan adalah hal-hal berikut ini:
1. Tumbuhkan Jiwa Kehambaan
Pada dasarnya tujuan pokok dalam mendidik anak adalah untuk
menumbuhkan dan membangkitkan jiwa kehambaan dalam diri mereka.
Menyiramkan dalam jiwa mereka dan senantiasa membiasakan sikap
tersebut. Merupakan nikmat Allah adalah bahwa mereka diciptakan
dalam keadaan fithrah Islam, sehingga yang dibutuhkan adalah menjaga,
mengontrol dan memperhatikan agar tidak menyimpang dari fithrahnya.
2. Mendidik Anak adalah Ibadah
Seorang ayah dan ibu tatkala mendidik anak, memberi nafkah, menjaga
hingga larut malam, mengawasi dan mengajar mereka, maka saat itu dia
sedang melakukan ibadah kepada Allah. Bahkan ketika mengajak bergurau
dan bercanda juga termasuk ibadah, jika memang diniatkan untuk itu.
Memberi nafkah kepada keluarga -sebagaimana dalam hadits riwayat Imam
Muslim- adalah termasuk ibadah, dan bahkan pahalanya sangat besar
melebihi infak kepada selainnya. Dan dalam hadits muttafaq 'alaih
Rasulullah bersabda,
"Jika seseorang memberi nafkah kepada keluarganya dengan suatu
nafkah untuk mengharap ridha Allah dalam nafkah tersebut, maka
dia mendapat pahala shadaqah."
3. Ikhlas dalam Mendidik Anak
Orang tua dituntut untuk ikhlas di dalam mendidik anak.
sampai pendidikan anak semata-mata hanya diniatkan untuk tujuan
duniawi, menyekolahkan mereka hanya sekedar untuk meraih gelar dan
ijazah. Karena tidak diragukan lagi bahwa kebaikan dalam mendidik
anak adalah yang diniatkan untuk mencari pahala di sisi Allah.
Adapun yang selain itu (seperti profesi, pekerjaan yang mapan,
kedudukan dsb) adalah akan ikut dengan sendirinya, bukan tujuan
satu-satunya.
Sebagai contoh, misalnya orang tua yang menyekolahkan anaknya di
fakultas kedokteran, maka jangan semata-mata agar dapat meraih materi
yang melimpah, namun lebih dari itu dengan tujuan untuk membantu kaum
muslimin, mengobati mereka dan agar mereka tidak lari kepada
dokter-dokter non muslim. Orang yang semata-mata mengejar materi
tidak akan mendapatkan pahala, sedangkan orang yang mencari pahala
dari Allah maka dia juga akan mendapatkan materi.
4. Jangan Lupakan Doa
Doa adalah ibadah. Para Nabi dan Rasul telah berdoa untuk kebaikan
anak dan istri-istri mereka dengan doa-doa yang diabadikan dalam
al-Qur’an. Berapa banyak orang yang tersesat, akhirnya mendapatkan
petunjuk dengan sebab doa, dan juga amat banyak doa yang mempercepat
dan mempersingkat proses pendidikan.
5. Mencari Penghasilan yang Halal
Merupakan kewajiban orang tua adalah selalu berusaha mencari harta
yang halal dan menjauhi segala yang syubhat apa lagi yang haram,
seperti mencuri, riba, suap dan lain sebagainya.
6. Teladan yang Baik
Teladan yang baik merupakan keharusan dalam sebuah proses pendidikan.
Sebab bagaimana mungkin seorang ayah dan ibu senantiasa menganjurkan
dan menyuruh anaknya shalat, tetapi dia sendiri tidak melakukannya?
Maka orang tua hendaknya memberikan teladan yang baik kepada
anak-anaknya, karena ketika seseorang memulai suatu amal kebaikan
kemudian ada orang lain yang mengikutinya, maka dia mendapatkan
pahala (seperti) pahala orang yang mengikutinya.
7.Memilih Metode yang Terbaik
Orang tua terkadang perlu mengetahui masalah-masalah yang berkaitan
dengan pengetahuan umum dan memahami secara detail berbagai metode
pendidikan yang terbaik. Jika perlu, minta pertimbangan kepada
orang-orang yang ahli dalam bidang pendidikan, mendengarkan kaset
atau membaca buku-buku tentang pendidikan.
8. Sabar
Seseorang terkadang kurang memperhatikan masalah kesabaran ini,
padahal ketidaksabaran akan menjadi penghalang bagi suksesnya
pendidikan anak. Kita hendaknya bersabar terhadap teriakan anak,
sabar ketika anak sakit, sabar dalam memberi pengarahan, sabar
ketika mengantar anak ke sekolah, sabar ketika berjalan bersama
mereka menuju masjid dan lain sebagainya. Jangan mudah marah,
emosi, bosan dan putus asa.
Orang tua hanya diperintahkan untuk memberikan pendidikan kepada
anak, adapun hidayah ada di tangan Allah. Maka hendaklah dia
mencurahkan segenap kemampuan dan mencari segala sebab yang
mengantarkan pada kesuksesan, serta jangan lupa selalu bersabar.
9. Menekankan Shalat
Shalat adalah kewajiban paling penting dan rukun terbesar dalam
Islam setelah mengucap dua kalimat syahadat. Maka hendaklah setiap
muslim selalu menekankan dan memperhatikan masalah shalat ini, baik
terhadap diri sendiri maupun anak-anak. Dalam sebuah hadits, Nabi
bersabda,
"Perintahkan anak-anak kalian shalat saat mereka berumur tujuh tahun,
dan pukullah mereka jika meninggalkannya ketika berumur sepuluh tahun.
"
10. Perhatikan Bakat dan Kemampuan Anak
Orang tua hendaknya memperhati kan kelebihan, bakat dan perbedaan
masing-masing anak, dan bersikaplah adil terhadap mereka. Sebagian
orang tua terkadang tidak memperhatikan kelebihan dan bakat anaknya,
sehingga bakat mereka sia-sia dan tidak tersalurkan dengan baik.
Ada di antara anak yang kuat hafalannya, namun hanya diajari
menghafal nyanyian saja. Padahal jika diajarkan untuk menghafal
al-Qur'an, maka itu jauh lebih baik.
11. Tanamkan Cinta kepada Allah
Tanamkan di dalam jiwa anak rasa pengagungan, kecintaan dan tauhid
(pengesaan) kepada Allah. Peringatkan mereka dari berbagai kesalahan
dalam hal akidah dan keyakinan, jangan sampai mereka terjerumus
di dalamnya. Biasakan pula agar mereka melakukan amar ma'ruf dan
nahi mungkar.
12. Memilihkan Teman yang Baik
Rasulullah bersabda,
“Seseorang itu tergantung pada perilaku dan kebiasaan temannya,
maka salah seorang dari kalian hendaknya memperhatikan dengan
siapa akan berteman.” (HR. Ahmad)
13. Luangkan Waktu
Sesibuk apa pun kita, maka jangan lupa luangkan waktu untuk
anak-anak dan keluarga. Jadikan rumah sebagai oase iman, yang
di dalamnya diajarkan sirah rasul, Kitabullah dan berbagai aktivitas
yang positif. Jika suatu saat -karena banyak urusan- orang tua tidak
sempat untuk memperhatiakn anak-anak, maka hendaknya berusaha mencari
waktu lain ketika luang untuk memperhatikan mereka serta memberikan
hak-hak mereka.
Semoga Allah memberikan kepada kita semua keturunan yang shalih, yang
mendatangkan kebaikan dan kebahagia an di dunia dan akhirat, amin ya
Rabbal ‘alamin.



dari :keluarganuryadi.
Sumber: Kitab “Washaya Litarbiyatil Abnaa’ , Abdul Malik al-Qasim
Read More : anak adalah harta
RSS Feed Berlangganan posting via RSS FEED

Atau berlangganan posting via email:


TUKER LINK

diswanto

  © Blogger templates The Transformers by Blog Tips And Trick 2009